TUJUAN DAKWAH (Kitab Ad-Dakwah Al-Islamiyah karya Ahmad Ghulush)

 PENDAHULUAN

            Berdakwah merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT yang sesuai dengan garis aqidah, syariat, dan akhlak islam. Hal ini dilakukan agar dapat tercapai tujuan dakwah itu sendiri.
            Banyak versi menjelaskan mengenai tujuan dakwah itu sendiri, ada yang mengatakan bahwa tujuan dakwah adalah menegakkan agama Allah dan untuk mempersatukan umat, mengajak manusia agar menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, menghidupkan hati yang keras dan telah mati, agar mereka menerima ajaran Islam dan mentaatinya. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam proses pelaksanaan dakwah adalah mendapat keridhaan Allah SWT. 
            Ahmad Ghulush, pernah membahas terkait tujuan dakwah dalam kitabnya yang berjudul Ad-Dakwah Al-Islamiyah, oleh karena itu penulis mencoba untuk menerjemahkan kitab ini dan menjelaskan sedikit inti dari kitab karangan Ahmad Ghulush.
  • ·         Biografi Ahmad Ghulush

Tak kenal maka tak sayang, so mari kita mengenal singkat siapakah Ahmad Ghulush ini ?

            Ahmad Ghulush lahir pada bulan Oktober 1936 di Desa Menia Mesir di Kafr El-Sheikh di Utara Mesir. Beliau kuliah di universitas Al-Azhar setelah itu lulus dan menerima gelar doktor kemudian menjadi kepala pertama di Fakultas Teologi, dan ditugaskan di universitas Al-Azhar yang kemudian ditugaskan di Fakultas Syariah, Universitas King Abdul Aziz di cabang Makkah.
            Beliau juga menjadi imam dan da'i di Kementerian Wakaf, selain itu beliau juga mendirikan sekolah tinggi dakwah di universitas UMM al-Qura' dan juga mendirikan department media islam dengan mendirikan Radio Al-Nida Al-Islam.

Kurang lebih seperti itu perkenalan singkat tentang biografi Ahmad Ghulush, dan mari kita kembali ke topik yakni Tujuan Dakwah menurut Kitab Ad-Dakwah Al-Islamiyah yang dikarang oleh Ahmad Ghulush.
  • Tujuan Dakwah menurut Ahmad Ghulush
Menurut Ahmad Ghulush ada 3 hal yang harus dicapai agar tujuan dakwah itu dapat terwujud sesuai dengan proses pelaksanaan dakwah diantaranya :
  1. Mewujudkan keseimbangan kehidupan bersosial
  2. Mencapai kebahagiaan
  3. Menciptakan / menyebarkan Perdamaian
Kerangka Pikir
Tujuan Dakwah dalam Kitab Ad-Dakwah Al-Islamiyah
Ahmad Ghulush




·      Pembahasan

1.    Mewujudkan keseimbangan kehidupan bersosial

Pandangan Islam terhadap manusia adalah pandangan yang realistis disebabkan substansinya dan Dialah Allah pencipta manusia, dan Dia pulalah yang Maha Suci yang menurunkan Islam pada kehidupan manusia. Meskipun demikian hal ini tersembunyi bagi yang mempelajari kecuali bagi pengikutnya untuk mencapai keseimbangan, keridhoan dan ketetapan.
Sesungguhnya manusia terdiri dari jasad, akal dan ruh. Maka dari itu Allah perintahkan kepada malaikat  untuk mempelajari kuantitas dan kualitas tanah, dan Allah berfirman kepada malaikat
(٧١)طِينٍمِنْ بَشَرًاخَالِقٌإِنِّي لِلْمَلَائِكَةِ رَبُّكَ قَالَ إِذْ
 (٧٢) سَاجِدِينَلَهُفَقَعُوارُوحِي مِنْفِيهِوَنَفَخْتُسَوَّيْتُهُفَإِذَا
Artinya :
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan   menciptakan manusia dari tanah”. (QS. Shaad : 71).
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh(ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (QS.Shaad : 72).

Demikianlah awal penciptaan manusia dari tanah dan dihembuskannya ruh oleh Allah SWT, kemudian mereka (tanah dan ruh) menyatu sehingga terciptalah manusia yang memiliki daya dan kemampuan yang tidak diberikan pada ciptaan-Nya yang lain. Dialah Yang Maha Pencipta.
Nikmat yang paling berharga bagi manusia adalah akal dimana manusia mampumenanggapi dan memahami sesuatu, belajar, menghafal, membuat keputusan dan membuat sesuatu, menyadari akibat  dari sebab yang dilakukan, memahami makna panca indera, kemampuan untuk berpikir jauh kedepan.
Bahwa manusia dengan kemampuan akalnya dapat berpersepsi atau berasumsi,menggunakan hati nuraninya untuk berselisih, tergantung hal yang mempengaruhinya. Dan manusia kadang berselisih dan menuruti hawa nafsunya mengambil sesuatu yang diinginkannya.
Dan akalnya manusia itu selalu bermanuver dan berimajinasi dengan sangat jauh melewati ruang dan waktu. Meski belum terjadi. Dan akal itu merupakan sumber ide yang tidak cukup hanya dipahami dan dibayangkan. Karena itu kebutuhan yang dapat membantu manusia bekerja.
Dari sini Allah menjadikan kekuatan akal sebagai kemampuan fitrah dari lahir, diwarisi dari ayahnya, seperti orang yang mencari makan, manusia juga merasa takut dari bahaya dan manusia diberi kekuatan untuk bertahan. Menurut ahli psikologi hal ini adalah ‘insting’ atau hati nurani. Dan fitrah ini terjadi kepada seluruh manusia, dimana manusia sangat butuh untuk bersosialisasi.
Allah SWT menjelaskan bahwasannya manusia dalam meraih tujuan beraneka ragam, dan dibekali rasa menghindar atau mencegah dari sesuatu yang merusak dirinya. Didalamnya terdapat ilham dan fitrah yang diberikan sejak kelahirannya. Seperti anak kecil yang sangat banyak kebutuhannya, seperti gizinya, dan gerakan reflek ibu untuk memberi ASI anak semua itu bagian dari insting atau hati nurani.
Manusia berdasarkan fitrahnya itu kadang menemukan posisi bertentangan atau ketakutan pada dirinya, seperti kepemilikan, anak-anaknya, raja, saudara dekat, dan dari yang membahayakan seperti dari hewan buas, musuh, api, air, atau dari kezaliman, atau dari sesuatu yang masih asing maka manusia akan lari atau bersembunyi atau berlindung dengan alat perang.
Dan dari karakter manusia itu adalah tunduk kepada orang yang lebih kuat dari fisiknya, lebih cerdas, atau lebih memiliki ilmu atau yang lebih baik agamanya. Dan juga manusia tunduk pada perintah yang lebih kuasa daripadanya seperti pada ayahnya, walinya, guru, ibu, atau atasannya, hakim yang berkuasa.
Kemudian manusia juga cenderung menguasai yang lebih lemah darinya supaya mendominasi sesamanya dengan ucapan, perbuatan yang membuat dia berkuasa atas orang lain. Dan manusia itu juga suka tertantang untuk belajar sesuatu yang masih atau asing dan berusaha mencari tahu sesuatu. Dan manusia itu wajib bersosialisai dengan cara menjalin hubungan antar sesamanya dan secara bersama dapat menghindarkan diri dari hal yang membahayakan. Dan mereka saling tolong menolong dalam perkara kehidupan hingga memperoleh pengalaman dan wawasan bersama.
Dan manusia itu membutuhkan ilmu yang berkesinambungan dan ilmu yang berhubungan dengan Allah SWT, dan akal diisi dengan iman dan taqwa karena akal manusia itu harus kembali kepada Alqur’an dan hadits sebagai rujukannya. Dan tidak ada keridhoan kecuali taat pada Tuhannyadan pada pertolongan-Nya.
Dan insting seorang manusia membutuhkan kesenangan, arahan, kepuasan dalam konteks kebaikan dan tanpa sadar mendekatkan musuh kepadanya. Dan akal juga menjadikan manusia itu hidup dengan apa yang diketahui. Dan menuntun pada kebaikan dengan menjauhi kezoliman itulah insting akal.
Dan faktor-faktor fitrahnya manusia itu sesuai dengan syariat Islam, sehingga manusia tidak akan mencari kezaliman dan meninggalkan setiap sesuatu yang tidak baik namun terkadang manusia melakukan sebaliknya apabila menghadapi suatu perkara inginnya selalu menguasai. Dan apabila manusia itu cenderung kepada syahwat dan tenggelam didalamnya itu seperti hewan yang tidak punya nilai lagi.
Dan hilangnya kebenaran, lalainya kewajiban sebagai muslim menyebabkan kebobrokan akal itu sendiri, dan menzalimi hati nurainya. Dan apabila akal manusia itu rusak dan sesat, maka manusia itu akan menyia-nyiakan semua pembelajaran menjadi tidak manfaat, semua nasehat yang diberikan juga tidak berpengaruh.
Dan kitab-kitab klasik masa lalu telah mengajarkan lewat mazhab nya atas pentingannya pendidikan, namun itu hanya washilah dimana semua itu tidak dapat merubah manusia bila manusia itu tidak mau merubah dirinya sendiri
Dan penyampai materi hanya menyampaikan sebatas dzohir saja bahkan cenderung kepada maksiat bercampurnya laki laki dan perempuan atau yang disebut dengan pergaulan bebas. Jadi bercampurnya laki laki dan perempuan itu semata-mata karena syahwat.
Suatu metode pembelajaran yang baik tidak akan berubah kecuali manusia bisa mengendalikannya, dan bila manusia bisa menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi dari apa yang dilarang oleh Syari’at Islam, maka akan memperoleh tawazun atau keseimbangan dalam hidupnya.
Dan telah teruji secara ilmiah bahwasannya yang bisa mewujudkan keseimbangan manusia itu hanya dengan mematuhi Islam. Islam itu agama Allah yang turun dengan ajaran-ajaran yang sesuai dengan akal dan insting manusia bisa menjaga emosi dan tetap terjaga keindahan akhlaknya.
Selama ini telah ada penyampaian bagaimana manusia dapat bekerja dalam memenuhi kehidupan jasadnya.  Namun banyak yang terlupa bahwa hidup bukan semata-mata untuk itu ada sisi ruhiyah yang penting untuk diisi.
Bahwasanya Islam memandang semua persoalan berawal dari sisi ruhiyah, maka seharusnya persoalan ruhiyah menjadi hal yang harus diperhatikan, menjadikan ruhiyah sebagai substansi dan kerangka berpikir.
Menurut Syabahah bin Maskubah bahwa kekuatan manusia sebagai tanda memiliki pikiran seperti mengendarai keledai dan mengendarai monyet, dan insting, yang sering disebut sebagai emosi, yang menjadi jenuh, dan kadang menjadi puas. Dan ketika manusia bermasalah bisa menjadi lebih kuat dari yang lainnya atau bisa hilang kendali yang menjadikannya hidup dalam kesesatan yang nyata.
Dan untuk merealisasikan kebahagian dan menebarkan perdamaian, semua unsur tersebut terdapat pada Dakwah Islamiyah tinggal menjaga keutuhannya dan kebutuhan yang terpenting dari jasad adalah mencari harta sebagai mata pencaharian, dan dapat menghidupi hidupnya sendiri. Karena harta merupakan kebutuhan yang lazim, dengannya dapat terpenuhinya gizi dan pertumbuhan badan. Agar sanggup bertahan hidup. Para ilmuwan berpendapat pentingnya merawat tubuh agar dapat bertahan dalam menjalani kehidupan.
Dan kebutuhan penting lainnya adalah mencegah membawa kerusakan atas diri sendiri, karena tubuh yang rusak tidak bisa produktif dan tidak bermanfaat. Larangan yang lainnya adalah jangan membawa bahaya dan penyakit.
Barangsiapa yang membawa dirinya binasa berarti dia membinasakan dirinya sendiri. Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga eksistensi dan keberadaan manusia di muka bumi agar tetap lestari. Dan demikian juga dengan ruhiyah, memerlukan pemahaman dan tadabbur sebagai jalan bagi akal agar memastikan dapat terjaga dengan baik. Demikian pula dibutuhkan Akidah Islam agar dapat mencegah kerusakan dan dapat mengisi antara akal dan hati
Sesungguhnya permintaan atau keinginan semua manusia itu sama, saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya yaitu ingin sempurna, Jika diri manusia itu rusak maka tidak akan bermanfaat, begitu juga jika dirinya terperangah oleh sesuatu yang negatif maka dia akan terjerumus. Jika kekurangan harta maka hidupnya tidak enak juga. Begitu juga bila tidak miliki emosi.
Sesungguhnya kebutuhan-kebutuhan yang telah diterangkan diatas berhubungan dengan maslahat dunia dan akhirat. Dan kalau bisa merealisasikan kebutuhan tadi, maka akan bisa memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Disini, Imam Syatibi berkata bahwa kebutuhan-kebutuhan itu ada 5 macam; pertama; menjaga agama, kedua; menjaga dirinya, ketiga;menjaga keturunan, keempat; menjaga harta, kelima; menjaga akalnya.
Yang dimaksud dengan Imam Syatibi, maka manusia wajib menjalankan kemashlahatan dunia dan akhirat, menjalankan perkara-perkara yang mulia, dan menjalankan perkara-perkara yang baik diantaranya harus memperbaiki kebiasaan mengikuti sesuai kebutuhan sebagai penyempurna. Sesungguhnya    penyempurna itu untuk disempurnakan.
Bahwasannya Islam itu merealisasikan tujuan ini untuk kebaikan semuanya, karena tujuan ini bermaksud menjadikan orang baik dan istiqomah. Berjamaah itu merupakan suatu bilangan yang banyak dari perorangan. Dan terciptanya perorangan dan jamaah yang baik, yang dapat direalisasikan untuk seluruh muslimin.

 2. Mewujudkan keseimbangan kehidupan bersosial

Ibnu Maskubah mengatakan bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu adalah kebaikan yang sempurna dan saat kesempurnaan itu telah kita capai, maka kita tidak membutuhkan apapun selain itu.
Dan kebahagiaan adalah tujuan yang utama dan tujuan yang mulia, dan merupakan akhir dari yang diharapkan setiap manusia dari seluruh amalnya yang lurus, dan lawan dari kebahagiaan adalah kesengsaraan maka barang siapa yang sampai pada kebahagiaan maka akan diridhoi dan hidup dengan tenang dan bahagia, melihat apa yang ada didunia hanyalah kefanaan dan di akhirat adalah kenikmatan dengan nikmat-nikmat Allah SWT.
Pengarang Kitab Al Mukhtar mengatakan lawan dari kebahagiaan adalah kesengsaraan, sebagaimana diketahui bahwa kebahagiaan dan kesengsaraan adalah 2 hal yang berhubungan dengan manusia. Sesungguhnya kebahagiaan dan kesengsaraan tergantung pada keadaan pribadi setiap orang, baik keadaan dhahir maupun batinnya.
Pengarang Kitab Misbahul Munir menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan bahagia jika dia bahagia di dunia dan agamanya. Bahagia dalam urusan dunia dengan memiliki kehidupan yang berkecukupan dan bahagia dalam menjalankan perintah-perintah agama dan keduanya terjadi bersamaan hanya untuk mendapat ridho dari Allah SWT.
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah suatu hal yang menjadikan seseorang mendapat pahala, sedangkan kesengsaraan adalah suatu hal yang menjadikan seseorang itu mendapat dosa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan itu bisa didapatkan dengan kita berbuat baik sehingga kita mendapatkan pahala, sedangkan kesengsaraan akan didapat oleh seseorang saat berbuat buruk sehingga dia akan mendapatkan siksa dari apa yang dilakukannya.

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ ١٠٦
خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٠٧
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٖ ١٠٨
Artinya :
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). (Q.S. Hud: 106).
Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Hud: 107).
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (Q.S. Hud: 108).
Sesungguhnya orang yang bahagia itu adalah mereka orang-orang yang mendapatkan nikmat karena mereka mengikuti jejak Rasulullah, oleh karena itu orang yang bahagia berhak mendapatkan pahala, surga dan nikmat, berbeda dengan orang yang suka menentang Rasul mereka berhak mendapat siksa.
Keutamaan dari kebahagiaan sebagai tujuan akhir menjadikan seseorang harus melalui berbagai proses. Seperti mahasiswa yang menginkan kelulusan sebagai sarjana, maka dia harus lulus dari ujian-ujian di setiap semesternya. Kebahagiaan yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan dengan mendapat kenikmatan di surga. Jadi untuk mendapatkannya, seseorang harus bisa lulus dari ujian-ujian kehidupan yang diberikan oleh Allah, baik itu ujian melalui kenikmatan maupun kesedihan sehingga membuat Allah ridha dan memberikan kenikmatan di Surga sebagai hadiahnya. Seseorang akan semakin jauh dari kebahagiaan saat melakukan kejahatan dan perbuatan buruk, karena apapun yang bersumber dari keduanya merupakan suatu kesalahan yang harus dibenarkan.
Menurut Al-Farabi kebahagiaan adalah sebuah kenikmatan dari kebaikkan yang dicari, sehingga sudah tidak ada lagi yang dicari apabila sebuah kenikmatan itu telah didapat. Karena tidak ada sesuatu yang lebih mulia dari keikhlasan dari melakukan kebaikan tersebut. Perbuatan baik yang menjadi pilihan untuk dapat bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan. Hal itu bersumber dari sebuah kemuliaan. Saat seseorang sudah mewujudkan kemuliaan tersebut, maka orang tersebut akan mendapat ridha dari Allah sehingga mendapat kebahagiaan.
Ibnu Sina mengatakan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata berasal dari kenikmatan jasmani, tapi berasal dari ketenangan jiwa dan kepuasan rohani yang berhubungan dengan Allah, yaitu cinta dan kerinduan yang dirasakan terus-menerus kepada Allah. Manusia yang sudah bisa merasakan ketenangan jiwa, hidupnya akan dipenuhi cinta kasih kepada semua makhluk Allah.
Banyak pendapat yang berbeda-beda dalam mengartikan sebuah kebahagiaan, ada yang mengatakan bahwa kekayaan adalah kebahagiaan, mempunyai banyak anak adalah kebahagiaan, ada juga yang mengatakan bahwa jabatan dan kekuasaan juga merupakan salah satu bentuk kebahagiaan. Namun, Dakwah Islamiyah menjelaskan bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah dan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki tidak ada cara lain selain mengikuti cara dari Rasulullah.

3. Menciptakan / Menyebarkan Perdamaian

Ada istilah yang mengatakan bahwa “Kedamaian Lebih Luas dari Kebahagiaan”, karena kedamaian adalah salah satu dasar dari dakwah. Seseorang yang bahagia adalah seseorang yang mendapat keamanan dari siksa Allah, dirinya berada di surga sebagai tempat kembali yang merupakan rumah kedamaian.
Kedamaian dan kebahagiaan selalu dan saling berkaitan. Fakta yang ada menunjukkan bahwa tidak ada kebahagiaan tanpa kedamaian, begitu juga sebaliknya yaitu tidak ada kedamaian tanpa kebahagiaan. Oleh karena itu, kedamaian menjadi salah satu tujuan utama sebuah dakwah dengan alasan bahwa ia selalu tampak dan konsisten bersamanya, seorang mukmin yang baik lagi bahagia akan selalu aman dan selamat, sehingga surga atau dar as-salam menjadi tempat tinggal mereka.
Dakwah Islamiyah sangat memperhatikan kedamaian karena keistimewaan dan karakter-karakternya. Hal itu karena damai memperlihatkan bersama nafsu sebuah keselamatan dan kebebasan dari segala aib serta mempermudah dalam kebaikan, sedangkan ia (salam) juga memperlihatkan bersama seseorang sebuah keselamatan dan keterjagaan, juga bersama ahli dzimmah (orang yg mendapat jaminan) memperlihatkan sebuah kebaikan, meninggalkan perilaku membunuh atau merusak  dan persepsi tentang saudara-saudara secara umum.
Dalam kitab mukhtar ash-shohih disebutkan bahwa as-salam (damai) bermakna as-salamah (keselamatan) dan juga as-salam bermakna al-istislam (membuat selamat) serta as-salam bermakna al-baroah (perlindungan)  dari segala aib. Sementara dalam kitab al-misbah bahwasanya kata as-salam bermakna khulush (suci) dan najat (terhindar)
Para mufassir menjelaskan tentang kedamaian yang mempunyai banyak makna. semuanya berkutat pada makna as-salamah min al-makruh (selamat dari sesuatu yang makruh). Keberadaan as-salam (kedamaian) merupakan suatu berita atau informasi setelah adanya masalah suatu masalah, ketenangan dan ketiadaan atau ketidaksukaan yg datang dr siapa yg menemuinya. sementara subulussalam bermakna cara atau jalan yang membawa kepada selamat dari adzab dan terhindar dari siksa. kemudian kata dar as-salam bermakna surga, kemenangan dan terhindar dari al-makarih (sesuatu-sesuatu yang tidak disukai ). Ucapan penghuni surga adalah salam (Assalamualaikum) karena bermakna tidak ada sesuatu yg makruh yg dapat menunjukanmu sebuah hidayah.
Sesungguhnya keinginan manusia yang kuat atas kedamaian terlihat dari keberadaanya, sedangkan batinnya dari ruh dan hati nurani sehingga ia tidak akan merasakan keindahan tanpa kedamaian. kemudian akal tidak akan membuat pikiran menjadi baik kecuali dalam lingkupnya, dan anggota tubuh tidak akan berjalan dengan bebas dan kuat kecuali jika aman dan damai.
Sesungguhnya kedamaian itu seperti as-sa’adah(kebahagiaan), keduanya mempunyai makna yang mana jiwa atau hati merasakan dan pasrah dengan akibatnya, juga meresapinya dalam kehidupan dengan indah dan baik. kedamaian yang hakiki tidak akan terwujud kecuali dengan pendidikan-pendidikan agama sebagaimana kebahagiaan. hal itu dikarenakan bahwa pendidikan agama membatasi hak-hak dan kewajiban individu maupun berkelompok, membuat seseorang bisa adil terhadap saudara dan dirinya sendiri, meletakan prinsip untuk jalan yang kokoh atas suatu keadilan dan fleksibilitas disertai dengan menjaga kemuliaan manusia, kebebasan dan keberadaanya.
Sesungguhnya orang-orang yang mentaati akan perintah Allah SWT, pasrah oleh ketentuan dan meyakini keputusan baik-buruknya juga manis pahitnya akan menjadikan mereka terjaga dan bahagia dengan sepenuh hati dalam hidup mereka didunia. sementara dengan keridhoan, mereka akan hidup bahagia dan selamat di akhirat juga.
Saat ini banyak orang yang merasa bahwa hidupnya tidak bahagia. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya :

    1. Jauh dari Allah dan menyepelekan ajaran-ajaran Allah, orang-orang biasa menyebutnya Islam KTP
    2. Bersekongkol dengan musuh Islam untuk menghalangi orang lain masuk Islam dengan menceritakan kebohongan-kebohongan dalam Islam, dapat disebut juga menghancurkan Islam dari dalam
    3. Perpecahan di antara manusia yang disebabkan oleh perbedaan status masyarakat sehingga ang berkuasa merasa kuat dan mudah menindas yang lemah
    4. Berkurangnya perhatian terhadap Hak Asasi Manusia
    5. Adanya pengendalian ekonomi oleh kaum zionis

Dengan berbagai faktor tersebut, hendaknya orang-orang saling menyerukan “hidupkanlah  islam, amalkan niat-niat keislaman, maka kebahagiaan akan tercapai”.

·       Analisis dan Kritik terhadap Kitab Ad-Dakwah Al-Islamiyah
Dalam menjelaskan semua pemikirannya tentang tujuan dakwah Ahmad Ghulus hanya menjelaskan dengan menggunakan pendekatan syara' saja, seperti dari Al-Qur’an, Sunnah, dan pendapat ulama. Hal ini mungkin dikarenakan latar belakang pendidikan yang beliau tempuh yakni berkaitan dengan Teologi sehingga penjabarannya kurang spesifik.

Sedangkan proses pelaksanaan dakwah sendiri erat kaitannya dengan ilmu komunikasi, sosiologi, psikologi dan ilmu-ilmu lainnya. Hal ini diperlukan untuk dikaji lebih dalam sehingga tujuan dakwah dapat terealisasi dengan baik. Karena untuk mencapai tujuan dakwah yang diinginkan seorang da'i juga harus mengetahui karakteristik atau latar belakang seorang mad'u (penerima dakwah). Sehingga tujuan dapat terealisasi dengan baik.


Komentar

  1. Subhanallah, tolong dibukukan dong tulisannya, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  2. Wawasan baru untuk saya. Berdakwah sama dengan membuka jendela baru bagi setiap sahabat/rekan/sanak saudara yang ada disekliling kita :)

    Semoga selalu tetap kontinyu untuk memberikan ilmu baru yah kak. Terima kasih.

    BalasHapus
  3. masyaAllah, super sekaliii blog ini��❤️

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah..jadi nambah pengetahuan baru buat akuu.
    sering² share yg kayak gini ya😊
    makasiiiih😉

    BalasHapus
  5. Tulisannya bagus bgt💕💕💕
    Adem bacanyaaaa

    BalasHapus
  6. Informasi yang sangat bermanfaat, jadi semakin menambah pengetahuanku tentang hal di atas. Thanks uda share ilmunya..

    BalasHapus
  7. Berdakwah dimulai dari diri sendiri, sangat membangun

    BalasHapus
  8. Wahhh, menarik sekali pembahasan, sudah diterjemahkan sekalian

    BalasHapus
  9. Memberikan kritik dan saran mengenai penulisan. Terlalu banyak menggunakan kata 'dan' pada kalimat awal disetiap paragraf. Harusnya penggunaan kata 'dan' itu ada ditengah2 kalimat sebagai kata penghubung. Pelajari lebih lanjut tntg EYD penulisan yg benar ya :* mwehehe~ Selebihnya aku syukak ❤❤❤❤ sering2 sharing beginan ya :)))

    BalasHapus
  10. Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan dakwahnya selalu sabat dan tak kenal lelah hingga tujuan mulianya tercapai, semoga kita bisa menjadi dai penerus beliau.. amiin ...

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat bagi para pelaku dakwah, terima kasih sudah menerjemahkan buku ini..

    BalasHapus
  12. Wah... Bermanfaat sekali mbak nisa, boleh ijin share ya mbak.

    BalasHapus
  13. sangat menarik buat bacaan sebelum tidur, makasih mbaaa😉

    BalasHapus
  14. Nambah ilmu bgt inii😍😍 d tunggu tulisan selanjutnyaaa

    BalasHapus
  15. Subhanallah, suka sekali. Ditunggu postingan selanjutnya ❤️❤️❤️

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah bagus dan bermanfaat sekali pembahasan materi dakwah ini, sampai ke tingkat pencapaian perdamaian diri🙏

    BalasHapus
  17. Subhaanallah bangat Nak..
    Kembang kan terus
    Hehehe

    BalasHapus
  18. Di era yg sekarang, wawasan tentang dakwah yg seperti ini sangatlah penting, untuk memberikan pengetahuan bagi saya bahkan kepada semua orang, bahwa arti dakwah itu sendiri sangatlah luas, sangat bersyukur bisa nambah ilmu lewat post ini👍👍👍👍

    BalasHapus
  19. Masya Allah bermanfaat sekali.. Terima kasih infonya mba

    BalasHapus
  20. سبحان الله
    Mari kita lanjutkan dakwah sebagai wujud jihad fi sabilillaah
    فا ستبقوا الخيرات

    BalasHapus
  21. Sebarkan benih benih kebaikan walaupun satu ayat.

    BalasHapus
  22. Terlihat sepele padahal dalam berdakwah, ini adalah bbrp keyword Nya...

    Tujuan jg mengarahkan kita agar lbh memfokus kan diri
    Mantab sekali nis👍👍👍

    BalasHapus
  23. Sesuai dengan anjuran dakwah, sebagaimana ayat 104 surah Ali Imran..

    BalasHapus
  24. Wawasan mengenai dakwah mungkin sudah harus merambah ke dunia digital. Isinya menarik, mungkin dibutuhkan bentuk visual di blog ini. Selebihnya saya dapat banyak manfaat

    BalasHapus
  25. Menceritakan dakwah nabi tidak akan pernah selesai. Semangat berdakwah.... Ngelike pokoknya..

    BalasHapus
  26. Amazing !!!! Cukup membantu blog nyaa

    BalasHapus
  27. Sebenernya yang disampaikan tulisan ini agak berat, tapi tersampaikan dengan bahasa yang padat dan ringan, terimakasih ilmunya 🙏

    BalasHapus
  28. Waaah pengetahuan baru ini, bahasanya jg mudah dipahami alhamdulillah, terima kasih sudah share ilmunya ♥️ like

    BalasHapus
  29. Mantap kakak ini. Sampaikan dakwah walau satu ayat. Sangat bermanfaat. Terimakasih kak nisa :)

    BalasHapus
  30. Kalau diterapkan dalam republik ini bakalan macem2 gak yah caranya? atau 1 cara bisa digunakan dalam semua penjuru republik ini?

    BalasHapus
  31. Keren banget isi blognya bermanfaat banget

    BalasHapus
  32. MasyaAllah.. Bermanfaat sekali.. Alhamdulillah pengetahuanku jadi bertambah. Terima kasih ya mbak annisa👍

    BalasHapus
  33. Bagus mbak... nambah pengetahuan baru...

    BalasHapus
  34. Subhanallah, Wawasan baru buat saya :)

    BalasHapus
  35. Subhanallah, nambah ilmu lagi
    Sering-sering share ilmu ya kak, semoga bisa juga sebagai bacaan untuk kaum milenial.
    Semangat ukhty, enaqqq

    BalasHapus
  36. Subhanallah, bermanfaat sekali.. Semoga berkah untuk semua orang ..aamiin

    BalasHapus
  37. Subhanallah, sangat bermanfaat, lanjutkan.

    BalasHapus
  38. InsyaAllah sangat bermanfaat sekali , semoga selanjutnya makin barokah

    BalasHapus
  39. Subhanallah. Ilmu yg bermanfaat.
    Ijin share ya kak😊

    BalasHapus
  40. MasyaAllah sangat memotivasi sekali ❤️

    BalasHapus
  41. Alhamdulillah, mendapat ilmu baru☺ tulisannya keren dan bahasanya pun juga mudah dipahami, makasih kak atas ilmunya 🙏🙏🙏

    BalasHapus
  42. Wah alhamdulillah dapet ilmu baru, bakalan mencoba diterapkan jd manusia lebih baik lg menyebarkan kebahagiaan kedamaian. Makasi uda sharing ilmunya yaa. Semangat kak. Bagus bermanfaat bgt.

    BalasHapus
  43. Sangat bermanfaat semoga bisa terus Istiqomah menuai ilmu dakwah lagi

    BalasHapus
  44. Masyallah, sangat bermanfaat banget bagi kehidupan. Saya akan menerapkan dalam kehidupan sehari hari

    BalasHapus
  45. Ilmu baru, pengetahuan baru. Semoga terus istiqomah kasi ilmu baru yaa 😉

    BalasHapus
  46. Ilmu baru, pengetahuan baru. Semoga terus istiqomah kasi ilmu baru yaa 😉

    BalasHapus
  47. MashaAllah sangat bermanfaat 🙏

    BalasHapus
  48. MashaAllah sangat bermanfaat 🙏

    BalasHapus
  49. Sungguh sangat bermanfaat. Semoga ilmunya barokah.

    BalasHapus
  50. Subhanallah, nambah ilmu dan sangat bermanfaat. Disampaikan dengan bahasa yang ringan, terimakasih banyak ilmunya. Terima kasih sudah berbagi ilmu ♥️

    BalasHapus
  51. Gaya penulisannya mudah dimengerti. Untuk saya yang masih awam ini. Izin share 🙏

    BalasHapus
  52. komenku seng bener, mantap gitu aja ya.

    BalasHapus
  53. Ilmu baru dan sangat bermanfaat, cara penyampaiannya juga mudah di pahami. Ditunggu tulisan selanjutnya yah 😍😊

    BalasHapus

Posting Komentar