·
Pembahasan
1. Mewujudkan keseimbangan
kehidupan bersosial
Pandangan Islam terhadap manusia adalah pandangan yang realistis disebabkan
substansinya dan Dialah Allah pencipta manusia, dan Dia pulalah yang Maha Suci
yang menurunkan Islam pada kehidupan manusia. Meskipun demikian hal ini
tersembunyi bagi yang mempelajari kecuali bagi pengikutnya untuk mencapai
keseimbangan, keridhoan dan ketetapan.
Sesungguhnya manusia terdiri dari jasad, akal dan ruh. Maka dari itu Allah
perintahkan kepada malaikat untuk mempelajari kuantitas dan kualitas
tanah, dan Allah berfirman kepada malaikat
(٧١)طِينٍمِنْ
بَشَرًاخَالِقٌإِنِّي لِلْمَلَائِكَةِ رَبُّكَ قَالَ إِذْ
(٧٢)
سَاجِدِينَلَهُفَقَعُوارُوحِي مِنْفِيهِوَنَفَخْتُسَوَّيْتُهُفَإِذَا
Artinya :
(Ingatlah) ketika
Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. (QS. Shaad :
71).
Maka apabila telah
Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh(ciptaan)Ku, maka
hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (QS.Shaad : 72).
Demikianlah awal penciptaan manusia dari tanah dan dihembuskannya ruh oleh
Allah SWT, kemudian mereka (tanah dan ruh) menyatu sehingga terciptalah manusia
yang memiliki daya dan kemampuan yang tidak diberikan pada ciptaan-Nya yang
lain. Dialah Yang Maha Pencipta.
Nikmat yang paling berharga bagi manusia adalah akal dimana manusia mampumenanggapi
dan memahami sesuatu, belajar, menghafal, membuat keputusan dan membuat
sesuatu, menyadari akibat dari sebab yang dilakukan, memahami makna panca
indera, kemampuan untuk berpikir jauh kedepan.
Bahwa manusia dengan kemampuan akalnya dapat berpersepsi atau berasumsi,menggunakan
hati nuraninya untuk berselisih, tergantung hal yang mempengaruhinya. Dan
manusia kadang berselisih dan menuruti hawa nafsunya mengambil sesuatu yang
diinginkannya.
Dan akalnya manusia itu selalu bermanuver dan berimajinasi dengan sangat
jauh melewati ruang dan waktu. Meski belum terjadi. Dan akal itu merupakan
sumber ide yang tidak cukup hanya dipahami dan dibayangkan. Karena itu kebutuhan
yang dapat membantu manusia bekerja.
Dari sini Allah menjadikan kekuatan akal sebagai kemampuan fitrah dari lahir,
diwarisi dari ayahnya, seperti orang yang mencari makan, manusia juga merasa
takut dari bahaya dan manusia diberi kekuatan untuk bertahan. Menurut ahli
psikologi hal ini adalah ‘insting’ atau hati nurani. Dan fitrah ini terjadi
kepada seluruh manusia, dimana manusia sangat butuh untuk bersosialisasi.
Allah SWT menjelaskan bahwasannya manusia dalam meraih tujuan beraneka ragam,
dan dibekali rasa menghindar atau mencegah dari sesuatu yang merusak dirinya. Didalamnya
terdapat ilham dan fitrah yang diberikan sejak kelahirannya. Seperti anak kecil
yang sangat banyak kebutuhannya, seperti gizinya, dan gerakan reflek ibu untuk
memberi ASI anak semua itu bagian dari insting atau hati nurani.
Manusia berdasarkan fitrahnya itu kadang menemukan posisi bertentangan atau
ketakutan pada dirinya, seperti kepemilikan, anak-anaknya, raja, saudara dekat,
dan dari yang membahayakan seperti dari hewan buas, musuh, api, air, atau dari
kezaliman, atau dari sesuatu yang masih asing maka manusia akan lari atau bersembunyi
atau berlindung dengan alat perang.
Dan dari karakter manusia itu adalah tunduk kepada orang yang lebih kuat
dari fisiknya, lebih cerdas, atau lebih memiliki ilmu atau yang lebih baik
agamanya. Dan juga manusia tunduk pada perintah yang lebih kuasa daripadanya seperti
pada ayahnya, walinya, guru, ibu, atau atasannya, hakim yang berkuasa.
Kemudian manusia juga cenderung menguasai yang lebih lemah darinya supaya mendominasi
sesamanya dengan ucapan, perbuatan yang membuat dia berkuasa atas orang lain. Dan
manusia itu juga suka tertantang untuk belajar sesuatu yang masih atau asing
dan berusaha mencari tahu sesuatu. Dan manusia itu wajib bersosialisai dengan cara
menjalin hubungan antar sesamanya dan secara bersama dapat menghindarkan diri dari
hal yang membahayakan. Dan mereka saling tolong menolong dalam perkara kehidupan
hingga memperoleh pengalaman dan wawasan bersama.
Dan manusia itu membutuhkan ilmu yang berkesinambungan dan ilmu yang berhubungan
dengan Allah SWT, dan akal diisi dengan iman dan taqwa karena akal manusia itu
harus kembali kepada Alqur’an dan hadits sebagai rujukannya. Dan tidak ada
keridhoan kecuali taat pada Tuhannyadan pada pertolongan-Nya.
Dan insting seorang manusia membutuhkan kesenangan, arahan, kepuasan dalam konteks
kebaikan dan tanpa sadar mendekatkan musuh kepadanya. Dan akal juga menjadikan
manusia itu hidup dengan apa yang diketahui. Dan menuntun pada kebaikan dengan
menjauhi kezoliman itulah insting akal.
Dan faktor-faktor fitrahnya manusia itu sesuai dengan syariat Islam,
sehingga manusia tidak akan mencari kezaliman dan meninggalkan setiap sesuatu
yang tidak baik namun terkadang manusia melakukan sebaliknya apabila menghadapi
suatu perkara inginnya selalu menguasai. Dan apabila manusia itu cenderung
kepada syahwat dan tenggelam didalamnya itu seperti hewan yang tidak punya
nilai lagi.
Dan hilangnya kebenaran, lalainya kewajiban sebagai muslim menyebabkan kebobrokan
akal itu sendiri, dan menzalimi hati nurainya. Dan apabila akal manusia itu
rusak dan sesat, maka manusia itu akan menyia-nyiakan semua pembelajaran
menjadi tidak manfaat, semua nasehat yang diberikan juga tidak berpengaruh.
Dan kitab-kitab klasik masa lalu telah mengajarkan lewat mazhab nya atas pentingannya
pendidikan, namun itu hanya washilah dimana semua itu tidak dapat merubah
manusia bila manusia itu tidak mau merubah dirinya sendiri
Dan penyampai materi hanya menyampaikan sebatas dzohir saja bahkan cenderung
kepada maksiat bercampurnya laki laki dan perempuan atau yang disebut dengan pergaulan
bebas. Jadi bercampurnya laki laki dan perempuan itu semata-mata karena syahwat.
Suatu metode pembelajaran yang baik tidak akan berubah kecuali manusia bisa
mengendalikannya, dan bila manusia bisa menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi
dari apa yang dilarang oleh Syari’at Islam, maka akan memperoleh tawazun atau
keseimbangan dalam hidupnya.
Dan telah teruji secara ilmiah bahwasannya yang bisa mewujudkan
keseimbangan manusia itu hanya dengan mematuhi Islam. Islam itu agama Allah yang
turun dengan ajaran-ajaran yang sesuai dengan akal dan insting manusia bisa
menjaga emosi dan tetap terjaga keindahan akhlaknya.
Selama ini telah ada penyampaian bagaimana manusia dapat bekerja dalam memenuhi
kehidupan jasadnya. Namun banyak yang terlupa bahwa hidup bukan semata-mata
untuk itu ada sisi ruhiyah yang penting untuk diisi.
Bahwasanya Islam memandang semua persoalan berawal dari sisi ruhiyah, maka seharusnya
persoalan ruhiyah menjadi hal yang harus diperhatikan, menjadikan ruhiyah sebagai
substansi dan kerangka berpikir.
Menurut Syabahah bin Maskubah bahwa kekuatan manusia sebagai tanda memiliki
pikiran seperti mengendarai keledai dan mengendarai monyet, dan insting, yang
sering disebut sebagai emosi, yang menjadi jenuh, dan kadang menjadi puas. Dan
ketika manusia bermasalah bisa menjadi lebih kuat dari yang lainnya atau bisa
hilang kendali yang menjadikannya hidup dalam kesesatan yang nyata.
Dan untuk merealisasikan kebahagian dan menebarkan perdamaian, semua unsur tersebut
terdapat pada Dakwah Islamiyah tinggal menjaga keutuhannya dan kebutuhan yang
terpenting dari jasad adalah mencari harta sebagai mata pencaharian, dan dapat menghidupi
hidupnya sendiri. Karena harta merupakan kebutuhan yang lazim, dengannya dapat
terpenuhinya gizi dan pertumbuhan badan. Agar sanggup bertahan hidup. Para
ilmuwan berpendapat pentingnya merawat tubuh agar dapat bertahan dalam menjalani
kehidupan.
Dan kebutuhan penting lainnya adalah mencegah membawa kerusakan atas diri sendiri,
karena tubuh yang rusak tidak bisa produktif dan tidak bermanfaat. Larangan yang
lainnya adalah jangan membawa bahaya dan penyakit.
Barangsiapa yang membawa dirinya binasa berarti dia membinasakan dirinya
sendiri. Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga eksistensi dan keberadaan
manusia di muka bumi agar tetap lestari. Dan demikian juga dengan ruhiyah,
memerlukan pemahaman dan tadabbur sebagai jalan bagi akal agar memastikan dapat
terjaga dengan baik. Demikian pula dibutuhkan Akidah Islam agar dapat mencegah
kerusakan dan dapat mengisi antara akal dan hati
Sesungguhnya permintaan atau keinginan semua manusia itu sama, saling berhubungan
antara satu dengan yang lainnya yaitu ingin sempurna, Jika diri manusia itu
rusak maka tidak akan bermanfaat, begitu juga jika dirinya terperangah oleh
sesuatu yang negatif maka dia akan terjerumus. Jika kekurangan harta maka
hidupnya tidak enak juga. Begitu juga bila tidak miliki emosi.
Sesungguhnya kebutuhan-kebutuhan yang telah diterangkan diatas berhubungan
dengan maslahat dunia dan akhirat. Dan kalau bisa merealisasikan kebutuhan tadi,
maka akan bisa memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Disini, Imam Syatibi berkata bahwa kebutuhan-kebutuhan itu ada 5 macam; pertama;
menjaga agama, kedua; menjaga dirinya, ketiga;menjaga keturunan, keempat; menjaga
harta, kelima; menjaga akalnya.
Yang dimaksud dengan Imam Syatibi, maka manusia wajib menjalankan kemashlahatan
dunia dan akhirat, menjalankan perkara-perkara yang mulia, dan menjalankan
perkara-perkara yang baik diantaranya harus memperbaiki kebiasaan mengikuti
sesuai kebutuhan sebagai penyempurna. Sesungguhnya penyempurna itu
untuk disempurnakan.
Bahwasannya Islam itu merealisasikan tujuan ini untuk kebaikan semuanya,
karena tujuan ini bermaksud menjadikan orang baik dan istiqomah. Berjamaah itu
merupakan suatu bilangan yang banyak dari perorangan. Dan terciptanya perorangan
dan jamaah yang baik, yang dapat direalisasikan untuk seluruh muslimin.
2. Mewujudkan keseimbangan kehidupan bersosial
Ibnu Maskubah mengatakan bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu adalah kebaikan
yang sempurna dan saat kesempurnaan itu telah kita capai, maka kita tidak
membutuhkan apapun selain itu.
Dan kebahagiaan adalah tujuan yang utama dan tujuan yang mulia, dan merupakan
akhir dari yang diharapkan setiap manusia dari seluruh amalnya yang lurus, dan
lawan dari kebahagiaan adalah kesengsaraan maka barang siapa yang sampai pada
kebahagiaan maka akan diridhoi dan hidup dengan tenang dan bahagia, melihat apa
yang ada didunia hanyalah kefanaan dan di akhirat adalah kenikmatan dengan
nikmat-nikmat Allah SWT.
Pengarang Kitab Al Mukhtar mengatakan lawan dari kebahagiaan adalah
kesengsaraan, sebagaimana diketahui bahwa kebahagiaan dan kesengsaraan adalah 2
hal yang berhubungan dengan manusia. Sesungguhnya kebahagiaan dan kesengsaraan
tergantung pada keadaan pribadi setiap orang, baik keadaan dhahir maupun
batinnya.
Pengarang Kitab Misbahul Munir menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan
bahagia jika dia bahagia di dunia dan agamanya. Bahagia dalam urusan dunia
dengan memiliki kehidupan yang berkecukupan dan bahagia dalam menjalankan
perintah-perintah agama dan keduanya terjadi bersamaan hanya untuk mendapat
ridho dari Allah SWT.
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah suatu hal yang
menjadikan seseorang mendapat pahala, sedangkan kesengsaraan adalah suatu hal
yang menjadikan seseorang itu mendapat dosa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
kebahagiaan itu bisa didapatkan dengan kita berbuat baik sehingga kita mendapatkan
pahala, sedangkan kesengsaraan akan didapat oleh seseorang saat berbuat buruk
sehingga dia akan mendapatkan siksa dari apa yang dilakukannya.
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ
شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ ١٠٦
خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا
دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ
فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٠٧
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي
ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا
مَا شَآءَ رَبُّكَۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٖ ١٠٨
Artinya :
Adapun orang-orang yang
celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan
menarik nafas (dengan merintih). (Q.S. Hud: 106).
Mereka kekal di dalamnya
selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain).
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Hud:
107).
Adapun orang-orang yang
berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada
langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia
yang tiada putus-putusnya. (Q.S. Hud: 108).
Sesungguhnya orang yang bahagia itu adalah mereka orang-orang yang
mendapatkan nikmat karena mereka mengikuti jejak Rasulullah, oleh karena itu
orang yang bahagia berhak mendapatkan pahala, surga dan nikmat, berbeda dengan
orang yang suka menentang Rasul mereka berhak mendapat siksa.
Keutamaan dari kebahagiaan sebagai tujuan akhir menjadikan seseorang harus
melalui berbagai proses. Seperti mahasiswa yang menginkan kelulusan sebagai
sarjana, maka dia harus lulus dari ujian-ujian di setiap semesternya.
Kebahagiaan yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan dengan mendapat kenikmatan
di surga. Jadi untuk mendapatkannya, seseorang harus bisa lulus dari
ujian-ujian kehidupan yang diberikan oleh Allah, baik itu ujian melalui
kenikmatan maupun kesedihan sehingga membuat Allah ridha dan memberikan
kenikmatan di Surga sebagai hadiahnya. Seseorang akan semakin jauh dari
kebahagiaan saat melakukan kejahatan dan perbuatan buruk, karena apapun yang
bersumber dari keduanya merupakan suatu kesalahan yang harus dibenarkan.
Menurut Al-Farabi kebahagiaan adalah sebuah kenikmatan dari kebaikkan yang
dicari, sehingga sudah tidak ada lagi yang dicari apabila sebuah kenikmatan itu
telah didapat. Karena tidak ada sesuatu yang lebih mulia dari keikhlasan dari
melakukan kebaikan tersebut. Perbuatan baik yang menjadi pilihan untuk dapat
bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan. Hal itu bersumber dari sebuah kemuliaan.
Saat seseorang sudah mewujudkan kemuliaan tersebut, maka orang tersebut akan
mendapat ridha dari Allah sehingga mendapat kebahagiaan.
Ibnu Sina mengatakan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata berasal dari
kenikmatan jasmani, tapi berasal dari ketenangan jiwa dan kepuasan rohani yang
berhubungan dengan Allah, yaitu cinta dan kerinduan yang dirasakan
terus-menerus kepada Allah. Manusia yang sudah bisa merasakan ketenangan jiwa,
hidupnya akan dipenuhi cinta kasih kepada semua makhluk Allah.
Banyak pendapat yang berbeda-beda dalam mengartikan sebuah kebahagiaan, ada
yang mengatakan bahwa kekayaan adalah kebahagiaan, mempunyai banyak anak adalah
kebahagiaan, ada juga yang mengatakan bahwa jabatan dan kekuasaan juga
merupakan salah satu bentuk kebahagiaan. Namun, Dakwah Islamiyah menjelaskan
bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah
dan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki tidak ada cara lain selain mengikuti
cara dari Rasulullah.
3. Menciptakan / Menyebarkan
Perdamaian
Ada istilah yang mengatakan bahwa
“Kedamaian Lebih Luas dari Kebahagiaan”, karena kedamaian adalah salah satu
dasar dari dakwah. Seseorang yang bahagia adalah seseorang yang mendapat
keamanan dari siksa Allah, dirinya berada di surga sebagai tempat kembali yang
merupakan rumah kedamaian.
Kedamaian dan kebahagiaan selalu dan saling berkaitan. Fakta yang ada
menunjukkan bahwa tidak ada kebahagiaan tanpa kedamaian, begitu juga sebaliknya
yaitu tidak ada kedamaian tanpa kebahagiaan. Oleh karena itu, kedamaian menjadi
salah satu tujuan utama sebuah dakwah dengan alasan bahwa ia selalu tampak dan
konsisten bersamanya, seorang mukmin yang baik lagi bahagia akan selalu aman
dan selamat, sehingga surga atau dar as-salam menjadi tempat tinggal mereka.
Dakwah Islamiyah sangat memperhatikan kedamaian karena keistimewaan dan
karakter-karakternya. Hal itu karena damai memperlihatkan bersama nafsu sebuah
keselamatan dan kebebasan dari segala aib serta mempermudah dalam kebaikan, sedangkan
ia (salam) juga memperlihatkan bersama seseorang sebuah keselamatan dan
keterjagaan, juga bersama ahli dzimmah (orang yg mendapat jaminan)
memperlihatkan sebuah kebaikan, meninggalkan perilaku membunuh atau merusak
dan persepsi tentang saudara-saudara secara umum.
Dalam kitab mukhtar ash-shohih disebutkan bahwa as-salam (damai)
bermakna as-salamah (keselamatan) dan juga as-salam bermakna al-istislam (membuat
selamat) serta as-salam bermakna al-baroah (perlindungan)
dari segala aib. Sementara dalam kitab al-misbah bahwasanya kata as-salam bermakna khulush (suci)
dan najat (terhindar)
Para mufassir menjelaskan tentang kedamaian yang mempunyai banyak makna.
semuanya berkutat pada makna as-salamah min al-makruh (selamat
dari sesuatu yang makruh). Keberadaan as-salam (kedamaian)
merupakan suatu berita atau informasi setelah adanya masalah suatu masalah,
ketenangan dan ketiadaan atau ketidaksukaan yg datang dr siapa yg menemuinya.
sementara subulussalam bermakna cara atau jalan yang membawa
kepada selamat dari adzab dan terhindar dari siksa. kemudian kata dar
as-salam bermakna surga, kemenangan dan terhindar dari al-makarih (sesuatu-sesuatu
yang tidak disukai ). Ucapan penghuni surga adalah salam (Assalamualaikum)
karena bermakna tidak ada sesuatu yg makruh yg dapat menunjukanmu sebuah
hidayah.
Sesungguhnya keinginan manusia yang kuat atas kedamaian terlihat dari
keberadaanya, sedangkan batinnya dari ruh dan hati nurani sehingga ia tidak
akan merasakan keindahan tanpa kedamaian. kemudian akal tidak akan membuat
pikiran menjadi baik kecuali dalam lingkupnya, dan anggota tubuh tidak akan
berjalan dengan bebas dan kuat kecuali jika aman dan damai.
Sesungguhnya kedamaian itu seperti as-sa’adah(kebahagiaan),
keduanya mempunyai makna yang mana jiwa atau hati merasakan dan pasrah dengan
akibatnya, juga meresapinya dalam kehidupan dengan indah dan baik. kedamaian
yang hakiki tidak akan terwujud kecuali dengan pendidikan-pendidikan agama
sebagaimana kebahagiaan. hal itu dikarenakan bahwa pendidikan agama membatasi hak-hak
dan kewajiban individu maupun berkelompok, membuat seseorang bisa adil terhadap
saudara dan dirinya sendiri, meletakan prinsip untuk jalan yang kokoh atas
suatu keadilan dan fleksibilitas disertai dengan menjaga kemuliaan manusia,
kebebasan dan keberadaanya.
Sesungguhnya orang-orang yang mentaati akan perintah Allah SWT, pasrah oleh
ketentuan dan meyakini keputusan baik-buruknya juga manis pahitnya akan
menjadikan mereka terjaga dan bahagia dengan sepenuh hati dalam hidup mereka
didunia. sementara dengan keridhoan, mereka akan hidup bahagia dan selamat di
akhirat juga.
Saat ini banyak orang yang merasa bahwa hidupnya tidak bahagia. Hal itu
disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya :
- Jauh dari Allah dan
menyepelekan ajaran-ajaran Allah, orang-orang biasa menyebutnya Islam KTP
- Bersekongkol dengan
musuh Islam untuk menghalangi orang lain masuk Islam dengan menceritakan
kebohongan-kebohongan dalam Islam, dapat disebut juga menghancurkan Islam dari
dalam
- Perpecahan di antara
manusia yang disebabkan oleh perbedaan status masyarakat sehingga ang berkuasa
merasa kuat dan mudah menindas yang lemah
- Berkurangnya perhatian
terhadap Hak Asasi Manusia
- Adanya pengendalian
ekonomi oleh kaum zionis
Dengan berbagai faktor
tersebut, hendaknya orang-orang saling menyerukan
“hidupkanlah islam, amalkan niat-niat keislaman, maka kebahagiaan
akan tercapai”.
·
Analisis dan Kritik terhadap Kitab Ad-Dakwah
Al-Islamiyah
Dalam
menjelaskan semua pemikirannya tentang tujuan dakwah Ahmad Ghulus hanya
menjelaskan dengan menggunakan pendekatan syara' saja, seperti dari
Al-Qur’an, Sunnah, dan pendapat ulama. Hal ini mungkin dikarenakan latar
belakang pendidikan yang beliau tempuh yakni berkaitan dengan Teologi sehingga
penjabarannya kurang spesifik.
Sedangkan
proses pelaksanaan dakwah sendiri erat kaitannya dengan ilmu komunikasi,
sosiologi, psikologi dan ilmu-ilmu lainnya. Hal ini diperlukan untuk dikaji
lebih dalam sehingga tujuan dakwah dapat terealisasi dengan baik. Karena untuk
mencapai tujuan dakwah yang diinginkan seorang da'i juga harus mengetahui
karakteristik atau latar belakang seorang mad'u (penerima dakwah). Sehingga
tujuan dapat terealisasi dengan baik.
Masyaallah, istri idaman
BalasHapusSubhanallah, tolong dibukukan dong tulisannya, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusWawasan baru untuk saya. Berdakwah sama dengan membuka jendela baru bagi setiap sahabat/rekan/sanak saudara yang ada disekliling kita :)
BalasHapusSemoga selalu tetap kontinyu untuk memberikan ilmu baru yah kak. Terima kasih.
masyaAllah, super sekaliii blog ini��❤️
BalasHapusAlhamdulillah..jadi nambah pengetahuan baru buat akuu.
BalasHapussering² share yg kayak gini ya😊
makasiiiih😉
Tulisannya bagus bgt💕💕💕
BalasHapusAdem bacanyaaaa
Informasi yang sangat bermanfaat, jadi semakin menambah pengetahuanku tentang hal di atas. Thanks uda share ilmunya..
BalasHapusBerdakwah dimulai dari diri sendiri, sangat membangun
BalasHapusWahhh, menarik sekali pembahasan, sudah diterjemahkan sekalian
BalasHapusMemberikan kritik dan saran mengenai penulisan. Terlalu banyak menggunakan kata 'dan' pada kalimat awal disetiap paragraf. Harusnya penggunaan kata 'dan' itu ada ditengah2 kalimat sebagai kata penghubung. Pelajari lebih lanjut tntg EYD penulisan yg benar ya :* mwehehe~ Selebihnya aku syukak ❤❤❤❤ sering2 sharing beginan ya :)))
BalasHapusMenarik sekali
BalasHapusSungguh bermanfaat😇
BalasHapusBagus sekali 💖
BalasHapusNabi Muhammad SAW dalam perjuangan dakwahnya selalu sabat dan tak kenal lelah hingga tujuan mulianya tercapai, semoga kita bisa menjadi dai penerus beliau.. amiin ...
BalasHapus😍😍😍
BalasHapusSangat bermanfaat bagi para pelaku dakwah, terima kasih sudah menerjemahkan buku ini..
BalasHapusWah... Bermanfaat sekali mbak nisa, boleh ijin share ya mbak.
BalasHapussangat menarik buat bacaan sebelum tidur, makasih mbaaa😉
BalasHapusNambah ilmu bgt inii😍😍 d tunggu tulisan selanjutnyaaa
BalasHapusSubhanallah, suka sekali. Ditunggu postingan selanjutnya ❤️❤️❤️
BalasHapusBagus sekali,bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah bagus dan bermanfaat sekali pembahasan materi dakwah ini, sampai ke tingkat pencapaian perdamaian diri🙏
BalasHapusSubhaanallah bangat Nak..
BalasHapusKembang kan terus
Hehehe
Di era yg sekarang, wawasan tentang dakwah yg seperti ini sangatlah penting, untuk memberikan pengetahuan bagi saya bahkan kepada semua orang, bahwa arti dakwah itu sendiri sangatlah luas, sangat bersyukur bisa nambah ilmu lewat post ini👍👍👍👍
BalasHapusMasya Allah bermanfaat sekali.. Terima kasih infonya mba
BalasHapusسبحان الله
BalasHapusMari kita lanjutkan dakwah sebagai wujud jihad fi sabilillaah
فا ستبقوا الخيرات
Sebarkan benih benih kebaikan walaupun satu ayat.
BalasHapusTerlihat sepele padahal dalam berdakwah, ini adalah bbrp keyword Nya...
BalasHapusTujuan jg mengarahkan kita agar lbh memfokus kan diri
Mantab sekali nis👍👍👍
Mantab sekali
BalasHapusKeren banget isinyaa
BalasHapusSesuai dengan anjuran dakwah, sebagaimana ayat 104 surah Ali Imran..
BalasHapusWawasan mengenai dakwah mungkin sudah harus merambah ke dunia digital. Isinya menarik, mungkin dibutuhkan bentuk visual di blog ini. Selebihnya saya dapat banyak manfaat
BalasHapusMenceritakan dakwah nabi tidak akan pernah selesai. Semangat berdakwah.... Ngelike pokoknya..
BalasHapusAmazing !!!! Cukup membantu blog nyaa
BalasHapusSebenernya yang disampaikan tulisan ini agak berat, tapi tersampaikan dengan bahasa yang padat dan ringan, terimakasih ilmunya 🙏
BalasHapusWaaah pengetahuan baru ini, bahasanya jg mudah dipahami alhamdulillah, terima kasih sudah share ilmunya ♥️ like
BalasHapusMantap kakak ini. Sampaikan dakwah walau satu ayat. Sangat bermanfaat. Terimakasih kak nisa :)
BalasHapusKalau diterapkan dalam republik ini bakalan macem2 gak yah caranya? atau 1 cara bisa digunakan dalam semua penjuru republik ini?
BalasHapusKeren banget isi blognya bermanfaat banget
BalasHapusMasyaAllah.. Bermanfaat sekali.. Alhamdulillah pengetahuanku jadi bertambah. Terima kasih ya mbak annisa👍
BalasHapusBagus mbak... nambah pengetahuan baru...
BalasHapusSubhanallah, Wawasan baru buat saya :)
BalasHapusSubhanallah, nambah ilmu lagi
BalasHapusSering-sering share ilmu ya kak, semoga bisa juga sebagai bacaan untuk kaum milenial.
Semangat ukhty, enaqqq
Subhanallah, bermanfaat sekali.. Semoga berkah untuk semua orang ..aamiin
BalasHapusSubhanallah, sangat bermanfaat, lanjutkan.
BalasHapusInsyaAllah sangat bermanfaat sekali , semoga selanjutnya makin barokah
BalasHapusSubhanallah. Ilmu yg bermanfaat.
BalasHapusIjin share ya kak😊
MasyaAllah sangat memotivasi sekali ❤️
BalasHapusAlhamdulillah, mendapat ilmu baru☺ tulisannya keren dan bahasanya pun juga mudah dipahami, makasih kak atas ilmunya 🙏🙏🙏
BalasHapusWah alhamdulillah dapet ilmu baru, bakalan mencoba diterapkan jd manusia lebih baik lg menyebarkan kebahagiaan kedamaian. Makasi uda sharing ilmunya yaa. Semangat kak. Bagus bermanfaat bgt.
BalasHapusSangat bermanfaat semoga bisa terus Istiqomah menuai ilmu dakwah lagi
BalasHapusMasyallah, sangat bermanfaat banget bagi kehidupan. Saya akan menerapkan dalam kehidupan sehari hari
BalasHapusIlmu baru, pengetahuan baru. Semoga terus istiqomah kasi ilmu baru yaa 😉
BalasHapusIlmu baru, pengetahuan baru. Semoga terus istiqomah kasi ilmu baru yaa 😉
BalasHapusMashaAllah sangat bermanfaat 🙏
BalasHapusMashaAllah sangat bermanfaat 🙏
BalasHapusSungguh sangat bermanfaat. Semoga ilmunya barokah.
BalasHapusSubhanallah, nambah ilmu dan sangat bermanfaat. Disampaikan dengan bahasa yang ringan, terimakasih banyak ilmunya. Terima kasih sudah berbagi ilmu ♥️
BalasHapusGaya penulisannya mudah dimengerti. Untuk saya yang masih awam ini. Izin share 🙏
BalasHapuskomenku seng bener, mantap gitu aja ya.
BalasHapusIlmu baru dan sangat bermanfaat, cara penyampaiannya juga mudah di pahami. Ditunggu tulisan selanjutnya yah 😍😊
BalasHapus